Minggu, 28 Agustus 2016

Cara Praktis Budidaya Ikan Cupang

BUDIDAYA IKAN LELE TEKNOLOGI BIOFLOK

A.      PENDAHULUAN
Secara ekonomis, usaha budidaya lele sangat menguntungkan serta tidak membutuhkan perawatan yang tidak terlalu rumit. Kebutuhan pakan merupakan komponen biaya produksi terbesar yaitu berkisar antara 80-85% dari total biaya produksi. Saat ini komponen terbesar biaya produksi dikarenakan mahalnya harga pakan sehingga menjadi kendala. Oleh karena itu, melalui teknologi bioflok yang mampu mengolah limbah untuk meminimalkan limbah sekaligus mendaur ulang limbah menjadi pakan merupakan jalan keluar dalam menciptakan budidaya ikan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, efisien dalam penggunaan air maupun pakan, dapat meminimalisir limbah buangan budidaya sesuai persyaratan CBIB serta menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan. Bioflok adalah kumpulan dari berbagai organisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing, dll) yang tergabung dalam gumpalan (flok). Teknologi bioflok pada awalnya merupakan adopsi dari teknologi pengolahan limbah lumpur aktif secara biologi dengan melibatkan aktivitas mikroorganisme (seperti bakteri).

Keuntungan penerapan teknologi bioflok antara lain :
1.       sedikit pergantian air (efisien dalam penggunaan air)
2.       tidak tergantung sinar matahari
3.       padat tebar lebih tinggi (bisa mencapai 3.000 ekor/m3)
4.       produktivitas tinggi
5.       efisiensi pakan (FCR bisa mencapai 0,7)
6.       efisiensi dalam pemanfaatan lahan
7.       membuang limbah lebih sedikit
8.       ramah lingkungan.

Beberapa persyaratan umum dalam penerapan teknologi bioflok :
1.       konstruksi kolam harus kuat (beton, terpal, fiber)
2.       kedisiplinan dan ketelitian yang tinggi
3.       perlu keuletan
4.       perlu peralatan untuk aerasi dan pengadukan
5.       pemahaman terhadap teknologi budidaya.

B.      TEKNIS BUDIDAYA IKAN LELE INTENSIF DENGAN BIOFLOK

a.       Persiapan kolam
1.       Melakukan pengeringan dan desinfeksi dengan menggunakan kaporit 10%.
2.       Mengisi air kolam sampai ketinggian air 80-100 cm.
3.       Memasang peralatan (pompa beserta perlengkapannya).
4.       Perlakuan (treatment) air dilakukan dengan cara :
·         kapur tohor 100 gr per m3; kaptan 200 gr per m3; mill 150 gr per m3.
·         Garam krosok (non-iodium) ; 3 kg per m3 air.
·       Probiotik 5 cc per m3. Jenis probiotik yang digunakan adalah bakteri heterotrof antara lain Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Bacillus megaterium, Bacillus polymyxa.
·         Molase (tetes tebu) sebanyak 100 cc per m3 atau gula pasir 75 gr per m3.
·       Kemudian air dibiarkan selama 7 hari atau air terlihat berubah warna atau terasa lebih licin.
·         Kolam siap ditebar.
5.      Melakukan pengadukan dan aerasi. Pengadukan dilakukan dengan menggunakan blower   100 watt yang dapat dimanfaatkan untuk 6 unit kolam bundar yang dipasang mulai dari     awal pemeliharaan.

b.      Penebaran benih Benih lele yang ditebar berukuran 7-8 cm (SNI Nomor 01-6484.2-2000)      dengan padat tebar 1.000 ekor/m2.

c.       Manajemen pakan Setelah benih ditebar ke dalam kolam, selanjutnya benih dipuasakan       selama 2 hari untuk proses adaptasi dengan lingkungan baru sambil menunggu isi lambung   bener-bener kosong/bersih.

Program Pakan untuk Ikan Lele
Umur (hari)
Berat badan (gr/ekor)
Panjang (cm)

Ukuran pakan
(mm)
Dosis pakan
(%xberat badan)
1-10
2,5-5
7-8
2
6-5
11-20
5-20
11-12
2
5-4,5
21-30
20-50
15-16
2
4.5-4
31-40
50-80
18-19
3
4-3
41-50
80-100
20-22
3
3-2
51-60
>100
>30
3
2

C.      ANALISA USAHA
Analisa usaha lele sangatlah bervariasi dan ini disebabkan oleh perhitungan biaya operasional yang dipengaruhi oleh besarnya unit usaha, alat dan bahan yang digunakan, serta letak lokasi usaha. Besarnya biaya yang tercantum dalam analisa usaha ini dapat berubah setiap waktu menurut kondisi, besar usaha serta pasarnya.
Uraian
Vol
Satuan
Harga
BIAYA INVESTASI
Biaya pembuatan :
Kolam bundar (wiremesh dan terpal) diameter 3 meter, tinggi 1,2 mater
10
Unit
10.000.000
Rumah jaga dan gudang
1
Unit
10.000.000
Saluran dan kolam tampung
1
Paket
1.000.000
Sewa lahan 10 tahun
10
Tahun
2.500.000
Perlengkapan/peralatan :



Pompa bensin 3”
1
Unit
2.000.000
Pompa sumersable
12
Unit
1.800.000
Selang plastic
1
Paket
20.000
Serok
10
Buah
250.000
Bak
5
Buah
125.000
Ember
5
Buah
35.000
Total
27.730.000
PENYUSUTAN PER TAHUN
Kolam dan bangunan (10%)
1.000.000
Rumah jaga dan gudang
1.000.000
Saluran dan kolam tampung
100.000
Peralatan (pompa, serok,ember, bak)
2.075.000
Pompa bensin (10%)
200.000
Total
4.375.000
BIAYA TETAP PERTAHUN
Gaji operator
1
Orang
4.800.000
Bahan bakar


75.000
Listrik


300.000
Penyusutan dll


4.375.000
Lain-lain (administrasi,perawatan)


200.000
Total
9.750.000
BIAYA VARIABEL PER KOLAM PER SIKLUS
Benih
7.500
Ekor
937.500
Pakan
600
Kg
4.920.000
Probiotik
2
Liter
50.000
Molase
50
Liter
30.000
Tepung terigu/kanji
100
Kg
600.000
Premix
0,1
Kg
25.000
Desinfektan
0,5
Botol
5.000
Tenaga panen dan pembersihan


40.000
Total
6.877.500
1 tahun (4 siklus) per kolam
27.510.000
10 kolam
275.100.000
PENERIMAAN
Produksi :



Ukuran konsumsi
680
Kg
7.820.000
Oversize
10
Kg
110.000
Undersize
30
Kg
270.000
Total
8.200.000
Penerimaan 1 tahun (4 siklus)
32.800.000
Penerimaan 10 kolam
328.000.000
KEUNTUNGAN
Total penerimaan


328.000.000
Total pengeluaran:



Biaya tetap Rp. 9.750.000



Biaya variabel Rp. 275.100.000


284.850.000
Keuntungan (penerimaan -pengeluaran)
43.150.000

Subdit Informasi Usaha dan Promosi Direktorat Usaha Budidaya
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Triyitno
14/367490/PN/13850
A.3.1